Wanita senyumnya indah, tatapan matanya yang selalu memancarkan iklasan dan kedamaian serta pundaknya yang selalu kokoh walaupun seribu batu menindihnya, namun dia selalu berdiri tegak. Bahkan ketika harga dirinyapun musnah dia selalu berdiri tegap. Walaupun badai menghantamnya, dia tak kan pernah jatuh. Hatinya bagaikan emas yang berkilai, namun emas itu harus di hancurkan oleh dera air mata yang mengalir. Namun wanita tetap kokok dengan hati yang menangis, meskipun pula dia jadi sampah. Sampah dalam keluarganya, yang tidak di percaya kembali oleh suaminya sendiri.
Sungguh engkau wanita yang tanggung, hidupmu penuh liku namun engkau sangatlah tabah dan sabar dalam segala hal. Engkau di permalukan, di hina dan tak berdaya. Semoga Allah selalu melindungimu wahai WANITA. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar